Yuk Kenalan dengan Dasar-Dasar Akuntansi

Published: Sabtu, 01 September 2018 dibaca 8832

“Yuk Kenalan dengan Dasar-Dasar Akuntansi”

 

Untuk dapat memahami akuntansi, kita terlebih dulu perlu mempelajari dasar-dasar akuntansi. Mengapa kita perlu mempelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu? Tentunya karena dasar-dasar akuntansi adalah proses atau tahap-tahap akuntansi yang merupakan poin-poin penting dari akuntansi yang harus dipahami dan dikuasai di luar kepala. Nah! Dasar –dasar akuntansi yang perlu kita ketahui adalah sebagai berikut.

  1. Nama dan Nomor Akun

            Akun merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “account” yang berarti tempat menampung catatan aktivitas yang disusun secara kronologis berdasar sistem urut tertentu (biasanya berdasar tanggal transaksi). Kode akun adalah simbol atau nomor tertentu yang melekat pada tiap-tiap akun dan digunakan untuk memudahkan pengelompokkan akun yang tercatat pada jurnal untuk kemudian dimasukkan ke dalam buku besar.

            Ada banyak akun dalam akuntansi, sehingga digolongkan ke dalam dua kelompok besar akun pada laporan keuangan, yaitu:

  1. Akun Nominal, yaitu kelompok akun yang memiliki nilai saldo bersifat sementara atau temporal. Maksudnya, nilai saldo akun-akun kelompok ini hanya ada selama satu periode saja, karena akan ditutup di akhir periode akuntansi atau buku. Yang masuk dalam kelompok akun ini adalah akun-akun yang tersaji dalam Laporan Laba-Rugi, yaitu Pendapatan dan Biaya/beban. Pendapatan adalah penghasilan yang diterima oleh perusahaan sebagai akibat dari kegiatan usahanya (penjualan produk barang maupun jasa). Contoh: Pendapatan Sewa, Penjualan Barang, dan lain-lain. Sedangkan biaya adalah pengorbanan yang dilakukan untuk proses kegiatan usaha yang dinyatakan dengan satuan uang yang sudah terjadi. Contoh: Biaya Listrik, Biaya Sewa, Biaya Penyusutan, dan lain-lain.
  2. Akun Riil, yaitu kelompok akun memiliki nilai saldo bersifat tetap atau permanen. Maksudnya, nilai saldo akun kelompok ini tidak pernah ditutup untuk satu periode tertentu. Jadi nilai saldonya selalu tersedia atau tersaji selama perusahaan beroperasi atau melakukan kegiatan usaha. Akun yang masuk dalam kelompok ini adalah akun-akun yang tersaji dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca), yaitu :
  • Aset lancar adalah harta yang mudah dicairkan, seperti Kas, Piutang, dan Sewa Dibayar di Muka.
  • Aset tidak lancar adalah harta yang memiliki nilai manfaat jangka panjang atau lebih dari 1 tahun, seperti Bangunan, Mesin, Kendaraan, dan Peralatan.
  • Liabilitas adalah kewajiban perusahaan pada pihak tertentu. Liabilitas terbagi menjadi Liabilitas lancar dan Liabilitas tidak lancar.
  • Ekuitas adalah hak pemilik atas kekayaan perusahaan.

 

  1. Konsep Debet dan Kredit

            Debet dan kredit adalah dua sisi yang berlawanan namun harus ada keseimbangan. Debet adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk akun kelompok aset dan biaya. Pada jurnal letaknya berada di sebelah kiri. Maksud saldo debet adalah jika ada akun kelompok aset atau biaya mengalami penambahan harus didebet di sebelah kiri dan harus dikredit di sebelah kanan jika terjadi pengurangan.

            Kredit adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk akun kelompok liabilitas, pendapatan, dan ekuitas yang letaknya di sisi kanan pada jurnal. Maksud saldo kredit, yaitu jika akun kelompok liabilitas, pendapatan maupun ekuitas mengalami penambahan harus dikredit atau ditambah di sebelah kanan dan didebet di sisi kiri jika terjadi pengurangan.

Konsep debet-kredit ini sangat perlu dipahami agar tepat dalam proses mencatat transaksi (jurnal).

 

  1. Penjurnalan

            Jurnal adalah lembar kerja yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi pada sebuah perusahaan. Penjurnalan adalah proses mencatat transaksi-transaksi dari bukti-bukti yang ada ke dalam jurnal. Ada dua jenis jurnal dalam akuntansi, yaitu :

  1. Jurnal umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi secara rinci. Kolom yang wajib ada dalam sebuah jurnal umum adalah nomor, tanggal, jurnal atau akun, nomor referensi, kolom nominal (rupiah) debet, dan kolom nominal kredit.
  2. Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi khusus yang sifatnya sering terjadi, yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan perusahaan, baik tunai maupun kredit, dan penerimaan maupun pengeluaran kas.

 

  1. Posting jurnal ke buku besar

            Buku besar (Ledger) adalah kumpulan transaksi suatu akun. Teknis dalam posting atau pemindahan jurnal ke buku besar adalah setelah semua transaksi tercatat ke dalam jurnal, selanjutnya dilakukan transfer (posting) atau memindahkan jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan tiap-tiap nama akunnya.

            Satu nama akun memiliki satu buku besar. Jadi transaksi yang terkait dengan satu jenis akun akan masuk dalam satu buku besar. Contoh: transaksi-transaksi kas akan masuk dalam buku besar Kas dan seterusnya sampai semua transaksi selesai di-posting ke dalam buku besar. Semua akun dalam buku besar akan memiliki nilai saldo masing-masing yang nantinya akan masuk ke dalam neraca.

 

  1. Penyajian Laporan Keuangan

            Penyajian laporan keuangan merupakan salah satu fungsi akuntansi, yaitu pelaporan. Proses ini adalah tahap terakhir karena laporan keuangan adalah output dari serangkaian proses akuntansi. Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan perusahaan pada satu periode tertentu yang menggambarkan aktivitas atau kinerja suatu entitas usaha atau perusahaan yang disajikan dalam mata uang tertentu. Laporan keuangan terdiri dari :

  1. Neraca (Balance Sheet) adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu.
  2. Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Report), adalah laporan yang menyajikan perhitungan atas keuntungan atau kerugian perusahaan, terdiri dari semua pendapatan yang diperoleh perusahaan dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Jika pendapatan lebih besar dibandingkan biaya-biaya, maka perusahaan memperoleh laba. Namun jika biaya-biaya lebih besar dibandingkan pendapatan, maka perusahaan mengalami kerugian.
  3. Laporan Perubahan Ekuitas (Equity Report) adalah laporan yang menyajikan penambahan atau pengurangan investasi dari pemilik modal perusahaan, yang kemudian ditambah dengan laba atau dikurangi kerugian. Hasil akhirnya dapat diketahui posisi atau berapa total ekuitas perusahaan pada akhir periode tertentu.
  4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Report) adalah laporan yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas pada investasi atau operasional perusahaan dalam satu periode tertentu.

Wah, jadi sekarang udah tahu dong apa saja dasar-dasar akuntansi, dimulai dari nama akun, kelompok akun, sampai pada laporan keuangannya. Semoga ilmu yang dibagikan ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian ya.

 


1 2